Jika anda tidak merokok karena alasan kesehatan, tidak merokok karena alasan dilarang istri/suami/anak, tidak merokok karena di kantor dilarang merokok, atau undang-undang tak memperbolehkan anda merokok, maka alasan saya tidak merokok adalah karena gengsi. Aneh ya? Gak aneh kok, cuma anomali aja karena biasanya orang gengsi klo gak merokok, klo saya gengsi kalo merokok. Sebabnya adalah karena ayah saya berhasil berhenti merokok dalam waktu singkat.
Ceritanya dulu itu ayah saya mulai merokok aktif setelah lulus SMA, kuliah, sampai saya berumur 8 tahun (kira2 kls 3-4 SD). Bila ia merokok di rumah, maka kami (ibu saya dan saya sendiri) akan mempersilakannya merokok di luar rumah. Mungkin karena sebal, capek, atau alasan lain yang sampai sekarang saya tak pernah tahu, iapun akhirnya berhenti merokok. Setahu saya sih berhentinya pun tidak pelan-pelan. Ia berhenti merokok dalam waktu singkat. Mungkin dalam jangka waktu sebulan sudah berhenti padahal perokok aktif dengan 1 bungkus perhari sejak kuliah. Kelihatannya mudah ya? Tapi saya yakin itu penuh perjuangan.
Oleh karena itu saya sangat kagum dan sampai sekarang pun tak pernah berpikir untuk jadi perokok. Memang sih pernah coba-coba 1-2 batang sewaktu saya masih SD karena iseng pengen tahu. Namun setelah itu ga ada lagi rasa penasaran.
Hebatnya lagi, kedua adik saya pun tidak merokok meskipun pernah coba-coba sewaktu mereka kuliah. Mungkin saja kalo ayah saya masih merokok sampai sekarang maka saya dan adik-adik (cowo semua) akan jadi perokok juga. Alhamdulillah dikasih teladan ayah sendiri.
Pengakuan di atas ditulis setelah saya melihat video di youtube berjudul Sex, Lies, & Cigarettes yang menggambarkan dunia merokok di Indonesia yang cukup memprihatinkan.
Ada lagi 1 film bagus tentang dunia merokok
Mudah- mudahan orang – orang dapat berhenti merokok. Memang tidak mudah, namun tidak mustahil.
nb:
padahal tahun 2006 waktu di Jerman saya ngerokok shisha. #lhooooooo
cuma 2-3 kali hisap kok
